Implementasi penggunaan Software Opensource
Definisi software open source adalah software yang harus di distribusikan dengan source code, atau source code tersebut dapat dengan mudah di dapatkan. Definisi secara lengkap di tulis oleh Bruce Perens untuk Debian Linux pada tahun 1997. Di definisi tersebut juga disertakan beberapa lisensi yang mendukung definisi Open source.
Lawan yang setara untuk software open source adalah software close source. Yang meliputi software proprietary dan commercial.
Selain istilah software open source, terdapat pula istilah free software. Free software ini pertama kali di cetuskan oleh Richard Stallman. Konsepnya adalah bahwa free disini bukan dalam arti gratis, tetapi lebih pada arti bebas. Artinya software bukan berarti bisa diperoleh tanpa biaya atau gratis, tetapi software dapat diperoleh dan dengan bebas dapat di pelajari dan di rubah sesuai dengan kebutuhan pemakai.
Sekarang ini sangat dimungkinkan untuk membuat platform yang lengkap hanya dengan memakai software open source. Karena saat ini software open source sudah tersedia secara lengkap dan dapat bekerja dengan sangat baik. Tetapi dalam kenyataannya penggunaan bersama-sama antara software open source dan software close source. Sebagai contoh, Apache Web Server dapat di gunakan untuk platform Windows, OpenOffice dan Mozilla Firefox yang juga software open source dapat digunakan juga untuk Windows.
Saat ini software open source sudah digunakan dalam skala yang sangat besar. Linux, FreeBSD, Apache Web Server, PHP, PERL, dan sebagainya merupakan sedikit dari software opensource yang digunakan. Software opensource juga merupakan jantung dari Internet yang sekarang ini kita pakai. Program e-mail, domain name dan protokol TCP/IP merupakan sedikit contoh dari software opensource yang menjadi inti dari internet.
Selain itu, saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang telah memakai produk opensource untuk menjalankan bisnis mereka. Amazon, Yahoo, Google, eBay, adalah pengguna produk opensource dalam skala besar. HP, IBM, Sun dan Apple, menggabungkan produk opensource dengan produk close source untuk berbisnis.
Memilih Opensource
Beberapa kelebihan penggunaan software opensource yang telah banyak dikenal adalah :
-Dapat melihat Source Code
-Modifikasi dan distribusi ulang source code
-Memungkinkan tidak tergantung pada satu vendor
-Tidak menggunakan format data yang proprietary
-Memungkinkan integrasi antar produk
-Mengurangi biaya lisensi software
Selain itu ada beberapa hal yang menjadi penghambat penggunaan software open source pada sebuah organisasi. Hal yang terutama adalah tidak adanya bentuk support sales, marketing dan hal-hal yang mendukung penjualan. Hal ini biasanya menjadi pertimbangan bagi sebuah organisasi untuk mengimplementasikan software opensource. Namun sekarang ini perusahaan besar seperti IBM dan HP membundling produk opensource dengan produk close source mereka. Seperti Websphere dengan Apache, Oracle dengan Linux, SAP dengan MySQL.
Software opensource di pasarkan dan di jual dengan cara yang berbeda. Namun justru hal tersebut menjadi kekuatan opensource. Secara terpisah sofwtare opensource mempunyai price/performance terbaik di kelasnya. Secara bersama-sama software opensource menawarkan solusi yang terintegrasi. Software opensource telah membuktikan keunggulan di bandingkan close source dengan metode pengembangan dan pengujian yang unik.